Profil Zakki

ZAKKI, kependekan dari Zakat Kasih, merupakan lembaga sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat ekonomi marginal. Terbentuknya ZAKKI didasari oleh pemahaman bahwa kehidupan yang layak merupakan hak seluruh lapisan masyarakat.

Pengembangan cakupan bantuan ZAKKI akan dilaksanakan dalam beberapa tahap guna mengoptimalkan kebermanfaatan organisasi. Pada tahap I ini ZAKKI berfokus pada pemberdayaan dan penguatan ekonomi Lansia (lanjut usia).

Pada pengembangannya ZAKKI memiliki visi untuk membantu mewujudkan ekonomi Indonesia yang stabil dan kuat. Salah satunya adalah melalui pembentukan iklim ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemberdayaan ekonomi seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung kestabilan dan kekuatan ekonomi suatu negara, tak terkecuali lansia. Di Indonesia sendiri pertumbuhan lansia yang cenderung meningkat dapat menjadi beban negara baik secara kualitas hidup maupun ekonomi (Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, 2017). Sehingga upaya pemberdayaan ekonomi lansia merupakan langkah strategis untuk menjaga kestabilan dan kekuatan ekonomi negara.

Di Indonesia sendiri terdapat 45% lansia yang masuk dalam 40% penduduk dengan ekonomi terendah di Indonesia (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, 2017) . Salah satu penyebabnya adalah karena eksklusivitas jaminan pensiun dan jaminan hari tua yang hanya dimiliki oleh pensiunan pegawai yang jumlahnya hanya berkisar 2,2 juta dari 28 juta lansia. Lansia yang bukan pensiunan pegawai umumnya bekerja di sektor informal berbentuk usaha mikro. Sayangnya kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan usaha dan kecilnya jangkauan pasar membuat usaha mikro tersebut rentan dalam menjaga kestabilan ekonomi lansia.

Peningkatan jumlah lansia perlu diantisipasi dan dikelola dengan baik. Beberapa masalah yang yang dihadapi lansia yakni pertama, masalah kesehatan, menurunnya kemampuan fisik dan mental, sehingga kebutuhan pelayanan kesehatan meningkat (penyakit degeneratif). Sekitar 4,8% lansia miskin menyandang disabilitas. Jenis disabilitas terbesar adalah tuna rungu, tuna netra dan tuna daksa. Masalah kedua, masalah ekonomi, yakni produktivitas kerja menurun, kesempatan kerja terbatas, tidak memiliki jaminan sosial. Kemiskinan jadi ancaman kesejahteraan terbesar bagi lansia sebab pendapatan rendah, kesehatan dan gizi buruk, kurangnya akses terhadap pelayanan dasar, dan tidak ada pensiun. Masalah ketiga, masalah sosial, diakibatkan implikasi dari perubahan pola kehidupan, sistem kekeluargaan, nilai sosial ketelantaran, korban tindak kekerasan, social exclusion. Kemiskinan anak atau keluarganya sering menyebabkan lansia telantar. Untuk itu diperlukan tindakan pengembangan kebijakan kelanjutusiaan berbasis siklus hidup (life-cycle) yakni dengan mempersiapkan diri setiap generasi sebelum menjadi lansia. Pendekatan menjadi lansia tangguh melalui active and healthy ageing. Active ageing adalah proses yang mengupayakan peningkatan kualitas hidup lansia, terdiri dari kesehatan, partisipasi, dan rasa aman. Sedangkan healthy ageing yaitu proses mengembangkan dan mempertahankan kemampuan fungsional yang memungkinkan kesejahteraan bagi individu lansia. Active and healthy ageing ini akan berdampak ekonomi, sosial, dan politik.

Visi

1. Berperan aktif mewujudkan pemerataan dan penguatan ekonomi Indonesia melalui pemberdayaan sosio – ekonomi.
2. Berpartisipasi menciptakan Indonesia yang inklusif melalui integrasi teknologi secara holistik di kehidupan sosial kemasyarakatan.

Misi

1. Menjadi lembaga penyalur zakat dan donasi yang transparan yang membantu lansia fakir miskin yang bekerja disektor informal untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik melalui dukungan bantuan usaha mikro dan pasar yang lebih besar.
2. Membentuk komunitas inklusif manula dan penyandang disabilitas di tingkat RT/RW dan atau banjar.
3. Mengembangkan kemitraan dengan masyarakat, perusahaan, pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat dalam dan luar negeri.
4. Menjadi platform teknologi online berbasis sosial kemasyarakatan yang berintegritas dan menciptakan tren membantu sesama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk semua.
5. Mengajak kepedulian berbasis siklus hidup (life-cycle) yaitu kepedulian setiap generasi masyarakat untuk mempersiapkan diri sebelum menjadi lansia.